Bayangkan jika kita berada dalam pasir hisap. Ketika kaki kita menapak permukaan pasir hisap, spontan kita pun tertelan oleh pasir tersebut. Semakin kita mencoba melepaskan diri dari jeratan pasir hisap tersebut, semakin dalam juga tubuh kita terhisap oleh pasir tersebut.

Itulah ilustrasi dari sebuah masalah ketika kita terlilit hutang. Ketika kita mencoba menyelesaikannya, maka kapasitas pemikiran kita akan tersedot habis oleh lilitan utang tersebut. Ketika kita bawa masalah ini ke sebuah lembaga yang memiliki moto “mengatasi masalah tanpa masalah”, justru masalah baru yang kita dapatkan.

Lalu bagaimana solusi terbaik menghadapi masalah utang-piutang? Sebagai seorang yang mencoba berpikir alternatif, maka ada sebuah solusi inovatif yang layak anda coba. Yaitu membuat masalah dengan sang pemberi hutang. Dengan begitu, akan tercipta hubungan yang tidak harmonis antara pemberi dan penerima hutang. Ini membuka peluang bagi penerima utang agar sang pemberi hutang enggan menagih utangnya.

Jangan lihat solusi ini dari sisi realita, tapi coba tanamkan dalam pikiran bawah sadar anda bahwa inilah solusi paling inovatif yang patut anda coba.

 

Selamat Mencoba, break a leg…..

Kamar 163, lorong 5, asrama C2 resmi memiliki brand “163 Department Store”

Now available:

  • Segala jenis mie instant (*terima pesanan dalam bentuk siap makan)
  • Energen segala rasa
  • Susu
  • Makanan ringan segala merk
  • Bensin
  • Pertamax

Also available:

  • Pulsa elektronik semua operator (harga SOP Mahasiswa)
  • Terima jasa pembuatan lagu.

 

CP Makanan dan minuman : Gian Vigiawan          (08568342614)

CP Pulsa dan lagu                    : Agung Dwijayanto (08568342615)

 

*syarat dan ketentuan berlaku

*this site is recommended for better student’s economic healt

 

KARAWANG – Indonesia dan Kanada kembali membahas masalah investasi yang dilakukan oleh produsen BlackBerry yakni Research In Motion (RIM).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, hal itu dilakukan pada saat pihaknya bertemu dengan Menteri Perdagangan Kanada Ed Fast.

“Kita membahas tentang RIM. Kami menyampaikan ke mereka bahwa mereka sangat mempunyai kepentingan untuk melakukan industrialisasi di Indonesia . Tentunya itu kita inginkan agar fasilitas manufaktur dan produksi bisa dilakukan di Indonesia . Beliau sangat mendengarkan saya,” kata Gita usai acara peresmian pabrik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) kedua di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (3/10/2011).

Gita menjelaskan, pemerintah siap untuk memberikan kemudahan investasi.

“Kita akan menyampaikan syarat fiskal dan non fiskal untuk kepentingan mereka datang ke sini. Kalau mereka mau mendirikan pabrik disini, kita akan berikan insentif dan kalau nonfiskal berkaitan dengan perijinan,tanah, dan lainnya, kita akan fasilitasi,” ujarnya.

Gita mengaku, Menteri Perdagangan Kanada Ed Fast siap membantu agar masalah tersebut bisa segera diatasi.

“Ini baru pertama kali kan ke Indonesia . Beliau baru jadi menteri sekira 4,5 bulan. Beliau sangat mengetahui permasalahan. Semangatnya adalah ingin membangun komunikasi yang konstruktif agar ini bisa diselesaikan dengan hasil positif,” jelasnya.

Gita menambahkan, hingga saat ini, Kanada belum mempunyai komitmen investasi lain. “Investasi Kanada di Indonesia masih kecil. Ada Manulife asuransi yang besar,” ucapnya.

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Prediksikan Sisa Umurmu!
May 2015
S M T W T F S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Karya Bulanan